CP 9 E-COMMERCE UNIVERSITAS DYANA PURA
NAMA
– nama MULTILEVEL YANG TELAH BERKEMBANG DI INDONESIA SEJAK 15 TAHUN HINGga saat
INI
1. CNI
Perusahaan MLM satu ini mendapatkan
perhatian khusus hingga tahun 2000 -an. Perusahaan ini, katanya, merupakan
hasil buah karya orang asli Indonesia. Sukses di negara sendiri, CNI menjadikan
dirinya salah satu perusahaan tertua. Perusahaan nyata- nyata dilahirkan di
Bandung di 1986. Sebelumnya menggunakan nama PT. Sanchlorellatama dan produk
pertama dijual adalah sun chlorella.
Sejalan dengan perkembangan, produk
dijual bertambah dan pada tahun 1992 berubah menjadi CNI (PT. Citranusa Insan
Cemerlang). Beberapa majalah, koran dan tabloid telah banyak menceritakan asal
mula perusahaan MLM dibangun oleh keluarga Ginawan Tjondro dan Abrian Natan
ini. Ulasan lengkap terakhir tentang CNI dapat dilihat di majalah ManPower
edisi Desember2007 serta dari majalah SWA edisi Desember2007.
Sistemnya: wajib belanja atau tutup
point, renewel dimana dibayar terus tiap tahun, Center/PO banyak. Target
penjualan dari perusahaan MLM perbulan mencapai 250 ribu, 500 ribu, hingga
sampai 1 juta (resmi perusahaan) malah ada lebih tinggi lagi bila ngikutin
program leader. Pernah mendapatkan kritik karena ikut nimbrung di iklan
televisi bahkan jual asuransi "kolor" segala.
Perusahaan satu ini masih solid
mungkin sampai selanjutnya karena member banyak dan ada uang tiap tahun.
Beberapa sukses mencapai gelar diamond. Ada leader diamond sukses dapat kredit
motor, namun jikalau target tidak terpenuhi bayar sendiri- sendiri. Produk:
dari celana, produk kesehatan ( berbagai suplemen dan vitamin), kebutuhan rumah
tangga. Masih solid namun tak lagi terdengar keras dengungnya di masyarakat
Indonesia, karena banyak siangan.
2. Oriflame
Orieflame menggabungkan sistem
direct selling dan MLM jadi satu. Jadi perusahaan mlm tidak sepenuhnya
menggunakan sistem MLM. Namun, bagi berminat kamu bisa menjadi member MLM -nya,
apa saja keuntungannya? Secara garis besar untungnya sama seperti perusahaan
diatas ini. Kalo sudah bergabung jadi member, kerjaan kita setiap hari itu
merekrut orang bergabung menjadi member di jaringan kita. Setelah itu barulah
kita masuk ke jualan memenuhi tutup poin. Setelah itu barulah kitamasuk
kejualan memunuhi tutup point, kita sendiri juga bisa ikut nimbrung tupo
(nilainya 600.000).
Mudahnya kamu akan membeli produk Oriflame seperti shampo, sabun, parfum,
deodoran dan lain- lain. Dan akhirnya, semua produk yang ada di rumah kamu tiap
akhir bulan berubah menjadi produk- produk Oriflame semua. Mudah kan? Kamu
tidak perlu pusing milih shampo apa atau sabun apa; semuanya dari Oriflame.
Setelah kita sukses ngajakkin orang agar ikut jaringan kita. Barulah kita
ajarin gimana caranya berjualan buat mereka dibawah jaringan kita.Semakin
banyak orang kita ajak masuk di jaringan kita, semakin banyak orang belanja,
semakin banyak juga bonus/komisi bulanan kamu dari Oriflame; terlihat mudah
sih. Tapi, disarakan kamu harus berjualan agar bisa jalan tutup poin bulanan.
Jika punya uang buat tutup poin sendiri? Silahkan, tapi bangkrut tanggungan
kita sendiri bukan perusahaan. Intinya kita sama jaringan harus rame- rame beli
produk Oriflame dan kita dapet bonusnya.
3. Sophie
Martin
Sophie Martin Indonesia didirikan
atas nama PT Sophie Martin Indonesia, merupakan anak perusahaan yang berkonsep
Multi Level Marketing (MLM) beroperasi di Indonesia sejak 1994. Sudah lebih
dari 13 tahun lamanya Sophie Martin telah ada di tanah air kita ini. Mereka
berfokus untuk memenuhi kebutuhan masyarakat Indonesia. Perusahaan ini tumbuh
menjadi perusahaan penyedia produk fashion yang mempunyai peranan penting di
Indonesia. Tingkatan member cuma ada dua: presiden dan franchise. Kalau di
tingkat franchise, kamu haruslah punya bisnis sendiri atau tempat jualan
sendiri.
Terus produk dipajang di etalase
toko nanti berasal dari produk milik perusahaan. Tenang produknya kuat jadi
tinggal pintar- pintar jualan saja. Keuntungan member itu ada di diskon 30%
tiap pembelian sendiri, bonus belanja sendiri, bonus pendekatan, bonus royalti,
dan bonus super pic. Konsepnya agak ribet pada member franchise. Ini agak ribet
karena member franchise berperan sebagat leader lagi, namun bawahnya gak dapat
benefit seperti si franchise.
4.
Tupperware
Tupperware didirikan oleh Earl
Silas Tupper (1907- 1983), dimana perusahaan ini berfokus pada produk rumah
tangga. Bagi kamu sering liat di layar kacar, produk Tupperware terbuat dari
bahan plastik. Dan, ini berbeda dengan konsep bisnis MLM lain cenderung pada
produk habis pakai (karena habis- beli, semakin sering beli semakin untung).
Tupperware Indonesia sendiri mengaku bukan sepenuhnya MLM tapi bisnis
berjenjang karir.
Mereka mengklaim tiap member
memiliki tingkatan dan tugas berbeda. Kita nanti bisa menjadi manager,
executive manager, group manager, atau bisa distributor. Namun perlu diketahui
sebelum masuk ke jenjang tersebut, kamu diwajibkan menjadi member dan melalui
beberapa masa percobaan. Disini kita akan disuguhi pelatihan penjualan
semacamnya seperti lainnya. Ada tutup point? Di ambil dari situs
tupperwarecentre.com, kita tidak mendapatkan itu namun memang ada syarat-
syarat pencapaian minimum. Pencapain dari jumlah jaringan, pembelian dan lain-
lain, mungkin permasalahannya adalah produk
ini bukan produk habis pakai.
5.
Amway
Perusahaan yang pernah masuk masa
jayanya di Indonesia pada 1993- 1995. Amway didirikan oleh Jay Van Andel dan
juga Richard DeVos, bermarkas di Ada, Michigan. Produk dijualnya meliputi
produk pembersih rumah, produk kecantikan dan kesehatan, nutrisi, bahkan produk
pengolahan air sehat. Produk terakhir disebutnya eSpring, dikenalkan di 2000,
fokus pada water treatment menggunakan sistem ultraviolet, menarik. Ada uang
pendaftaran bagi pendaftar masuk dan ditambah renewel dimana harus dibayar
anggota tiap tahun. Jangan salah bisnis ini terbukti manjur ( dan masih eksisi
di negara asal) bahkan ada orang sukses diamond. Yang menarik kita disuguhi
produk- produk benar berkualitas. Namun, produk akan selalu mengikuti harga
dollar, jadi kita siap merogoh kocek dalam- dalam.
Apa masih aktif? Iseng- iseng cari
tau di internet, ternyata masih aktif. Diambil dari www.amway2u.com, kita akan
disuguhi produk pilihan mereka mejeng di depan komputer. Bagi kami paling
menarik yaitu produk disebut Artistry (trademark) khusus milik Amway. Produk
kecantikan katanya perusahaan kembangkan khusus bagi kita. Berminat? Kunjungi
websitenya segera, dan jangan lupa klik link nya. Sebagai tambahan, perusahaan
MLM satu ini mensyaratkan wajib belanja atau tutup point.
6. Melia
Sehat Sejahtera (MSS)
PT Melia Sehat Sejahtera adalah
perusaan yang berasal dari Indonesia yang mana mereka mempunyai 2 produk
kesehatan yaitu melia biyang dan meli propolis yang memiliki banyak manfaat
bagi kesehatan manusia. Perusahan ini memasarkan kedua produknya dengan sistem
MLM ( Multi Level Marketing ) dengan sistem penjualan langsung melalui member
dan distributor langsung.
Perusahaan ini telah berdiri sejak
2003, dimana nama perusahannya pada waktu itu adalah Melia Nature Indonesia,
dan sampai sekarang masih bertahan dan eksis sebagai perusahaan MLM terkemuka
di Indonesia dibandingkan dengan perusahaan MLM yang lain yang hanya
bertahan sekitar 2-3 tahun saja. Bertahannya perusahaan ini sampai sekarang
dikarenakan kedua produknya yang berkualitas dan bermanfaat bagi kesehatan
manusia.
Perusahaan PT Melia Sehat Sejahtera dibangun oleh seorang top leader yang
bernama Bpk Ir Syukur Nababan, Beliau lah yang pertama kali dalam merintis dan
membangun perusahaan ini besar sampai sekarang. Perusahaan ini juga telah
mendapat legalitas dari pemerintah dengan mendapat ijin resmi dengan nomor
SIUPL ( Surat Ijin Usaha Penjualan Langsung ) 8/1/SIUPLS/PMDN/2012.
Selain
perusahaannya yang sudah jelas surat ijinnya dari SIUPL, kedua
produknya pun melia biyang dan melia propolis tidak kalah dengan
sudah terdaftar di BPOM ( Badan Pengawasan Obat dan Makanan ) dan pembuatannya
sudah berstandart GMP ( Good Manufacturing Product ) oleh Herbal Science.
Dengan begitu kedua produk tersebut aman untuk dikonsumsi dan tanpa efek samping.
Melia Propolis No.BPOM : POM TI 124 646 701
Melia Biyang No.BPOM : POM SI 124 603 441
Pada tanggal 25 September 2012, adalah Hari yg Bersejarah, karena telah Lahir
PT. Melia Sehat Sejahtera yg menggantikan nama PT Melia Nature Indonesia,
dengan Wajah Baru, Karakter Baru, dan Harapan Baru, Menjadi Lebih dan Lebih
baik lagi, menuju Masyarakat Sehat dan Sejahtera,..PT. Melia Sehat Sejahtera
adalah Soko Guru Perekonomian Bangsa.
·
Jelaskan perbedaan bisnis
konfensional tanpa jaringan dengan bisnis yg menggunakan sistem multi level
marketing
Sebagian
diantara kita, mungkin lebih memilih Bisnis Konvensional, karena lebih nyata
hasilnya, Jelas Bisnisnya, dan lain sebagainya. Tapi mari kita pelajari
perbedaan antara Bisnis Multi Level Marketing dengan bisnis konvensional.
1. MODAL
Untuk
membangun bisnis Konvensional, kita akan memerlukan modal yang cukup besar.
modal awal membeli peoduk misalnya, sewa tempat, mengurus perizinan,promosi,dan
lain lain.
Sedang
Bisnis Multi Level Marketing, biasanya untuk join pertama kali tidak kurang dan
lebih dari Rp.100.000,- itu pun sudah termasuk alat alat yang akan membatu
bisnis tersebut, misalnya kartu keanggotaan,brosur brosur,buku panduan serta
aksesori yang bisa membatu memulai bisnis tersebut.
2. TEMPAT
Dalam
memulai Bisnis Konvensional, kita memerlukan tempat untuk kita memasarkan
Produk yang kita mliki, ataupun kita harus menyewanya, kalaupun kita tidak
memilikya. sebuah counter penjualan aksesori di mol, misalnya, dengan luas 2X3
meter. mungkin membutuhkan biaya sewa sekitar 30 atau 50 jta per tahun. sungguh
besar kan????
Tapi
Untuk Memulai Bisnis MLM, kita tidak memerlukan Tempat Khusus, karena kita bisa
memasarka produk dimana saja, dan kapan saja.
3. BIAYA
OPERASIONAL
Demikian
juga dengan Biaya operasionalnya, bisnis konvensional akan membutuhkan biaya
yang cukup besar. bahkan terkadang kita kena memeiliki kendaraan untuk
mengantar produk ketempat konsumen. dalam kurun waktu satu tahun berapa banyak
yang harus kita keluarkan untuk semua itu.Sedang Bisnis MLM, setelah bergabung
anda juga membutuhkan biaya operasional, tapi jumlahnya tidak begitu besar,
seperti, pulsa,transportasi,buku buku,contoh produk,alat bantu yang disediakan
perusahaan atau support system dll.
4. RESIKO
BISNIS
Tentu
sudah jelas, bila pengeluaran memulai bisnis itu cukup besar, berarti memiliki
resiko yang cukup besar juga, dan sebaliknya, karena setiap bisnis atau usaha,
tidak akan lepas dari sistem untung dan rugi.
5. WAKTU
Bisnis
Konvensional memiliki waktu yang relatif singkat, bisanya dari pukul 8.00 am
s/d 5.00 pm misalnya.
dan
dalam Menjalankan Bisnis MLM, kitalah yang menentukan waktunya, kapan pun dan
dimanapun, untuk jumpa dengan klien,calon pembeli,dowline, upline,
leader.....dll.
6. JANGKAUAN
Sebuah
Toko di pasar...., jangkauanya adalah hanya dipasar tersebut saja, paling jauh
bisanya hanya satu kecamatan. itupun sudah termasuk bisnis yang besar, seperti
agen agen toko kelontong misalnya.
Sedang
Bisnis MLM, jangkaunya sangat luas, bukan hanaya satu tanah air, tapi juga bisa
menjangkau seluruh dunia. itu tergantung dari perusahaan MLM tersebut.
7. PELATIHAN
Dalam
Bisnis Konvensional, jarang sekali adanya pelatihan, bahkan bisa disebut tidak
ada.
Tapi
dalam Bisnis MLM, Pelatihan bisnis akan diadakan setiap masa, sesuai dengan
jadwal yang teratur, yang diselenggarakan, oleh perusahaan ataupun pihak upline
sendiri.
8. SYSTEM
Bisnis
Konvensional, dijalankan tanpa system. Sedang Bisnis MLM sudah pasti
menggunakanya
·
Perbedaan
yang lebih spesifik dari multilevel marketing dan bisnis konvensional
1.Multilevel
Marketing
Modal
: berkali-kali
Sistem
kerja : sales
Target
: ada target dan tutup point
Pembayaran
: 30 - 45 hari kerja
Peringkat
: memperkaya Upline
Rewards
: ada
Jaringan
: mencari banyak orang ( sistem matahari )
2.Bisnis
Konvensional
Modal
: berkali-kali
Sistem
kerja : sales/sesuai job desk
Target
: ada target
Pembayaran
: 30 hari kerja
Peringkat
: jenjang karir
Rewards
: tidak ada
Jaringan
: mencari-cari banyak orang untuk meningkatkan omset penjualan di perusahaan
Komentar
Posting Komentar