KISAH PIPO DAN EMBRO, UNIVERSITAS DYANA PURA
Dahulu kala di suatu desa kecil dekat lembah yang asri
tersebutlah dua bersahabat yaitu Embro dan Pipo. Mereka adalah tipe pemuda yang
berambisi untuk menjadi orang terkaya di desanya. Mereka kerap membicarakan
impian dan ambisi mereka yaitu akan kekayaan kehidupan dan gaya hidup yang
ingin mereka miliki nantinya.Mereka tidak takut untuk bekerja keras, hanya saja
mereka masih belum mendapatkan kesempatan untuk dapat mewujudkan cita-cita
mereka. Hingga suatu hari kesempatan itu pun datang. Desa mereka membutuhkan
lebih banyak air. Oleh karena itu, Kepala Desa mempekerjakan Embro dan Pipo
untuk mengambil air dari mata air di gunung untuk dibawa ke tempat penampungan
di desa. Mereka akan dibayar sesuai dengan banyaknya air yang dapat mereka
bawa. Maka mereka berdua pun menyambut dengan baik kesempatan ini. Suatu hari
Pipo merasa lelah melakukan kegiatannya hingga dia berpikir untuk membangun
pipa dari sumber mata air dan dihubungkan ke desanya, namun gagasannya tersebut
tidak mendapat tanggapan yang baik dari Embro dan warga lainnya. Namun Pipo
tetap berusahan dan pada akhirnya usaha yang dia lakukan membuahkan hasil yang
baik, dia tetep mendapatkan upahnya meskipun dia tidak harus datang untuk
bekerja kembali.
Alasan saya memilih menjadi pipo
Dari kisah di atas saya lebih menjadi memilih pipo di
karenakan pipo berusaha membangun pipa untuk desanya tanpa harus meninggalan
pekerjaannya untuk mengangkut air dengan ember. Apa yang di lakukan pipo
sebenarnya sangatlah masuk akal walaupun terkadang dia sering di olok – olok
oleh warga di desanya dan disebut manusia pipa namun pipo tidak pernah menyerah
dan dia selalu bersemangat, dia tahu suatu saat nanti kerrja kerasnya pasti
akan membuahkan hasil suatu saat nanti dia tahu dia akan tetap menirima upah
tanpa harus menggakat ember lagi. Saya ingin memulai menjadi karakter Pipo
setelah saya kuliah,setelah saya kuliah saya ingin bekerja pada suatu perusahaan terlebih dahulu karena saya ingin merintis karir saya dari bawah, karena jika saya ingin menjadi pemimpin saya harus memulainya dari nol terlebih dahulu dan saya
juga ingin memiliki sebuah usaha restoran suatu saat nanti. Cara memulainya
dengan cara kita bekerja keras dan tidak pernah putus asa dan selau percaya
bahwa usaha yang kita lakukan akan selalu membuahkan hasil. Sama seperti
karakter Pipo yang walupun tetap di olok – olok oleh warganya dia tetap percaya
bawa usaha yang dia lakukan akan membuahkan hasil suatu saat nanti.
Komentar
Posting Komentar