CP 7 ECOMMERCE UNIVERSITAS DYANA PURA
PERKEMBANGAN
E-RETAIL DI INDONESIA
&
5 PLTFORM BISNIS ONLINE YANG SUDAH BERKEMBANGA
Perkembangan Industri Retail di
Indonesia begitu sangat pesat, namun tidak diiringi oleh informasi yang
menunjang, sangat susah mencari informasi tentang perkembangan retail di
internet. coba saja cari di om google tentang ” retail ” yang keluar pasti
kebanyakan link dari luar ataupun iklan yang tidak ada hubungannya dengan
informasi retail yang kita cari.
Melalui website ini, saya berusaha
berbagi pengetahuan mengenai seluk beluk Industri Retail di Indonesia. Untuk mendukung
penjelasan ini, saya menggunakan teori yang penulis dapatkan langsung dari
sumber terbesar retail di indonesia, yaitu Matahari Dept Store.
Retail adalah penjualan dari
sejumlah kecil komoditas kepada konsumen. Retail berasal dari bahasa Perancis yaitu
” Retailer” yang berarti ” Memotong menjadi kecil kecil” (Risch, 1991 ). Sedangkan
menurut Gilbert (2003) Retail adalah Semua usaha bisnis yang secara langsung
mengarahkan kemampuan pemasarannya untuk memuaskan konsumen akhir berdasarkan
organisasi penjualan barang dan jasa sebagai inti dari distribusi. Dalam kamus
Bahasa Inggris – Indonesia, Retail bisa juga di artikan sebagai “Eceran”.
Retailing adalah semua aktivitas
yang mengikut sertakan pemasaran barang dan jasa secara langsung kepada
pelanggan. Sedangkan Retailer adalah semua organisasi bisnis yang memperoleh
lebuh dari setengah hasil penjualannya dari retailing ( lucas, bush dan
Gresham, 1994)
Klasifikasi Retail
Menurut Pintel dan Diamond (1971),
Retail dapat di klasifikasikan dalam banyak cara, sebagai contoh Retail dapat
di kelompokkan sesuai dengan aktivitas penjualan barang berdasarkan sbb :
1. Retail Kecil
Bisnis Retail kecil di gambarkan
sebagai retailer yang berpenghasilan di bawah $500 pertahun. Pemilik retail
pada umumnya bertanggung jawab penuh terhadap seluruh penjualan dan manajemen. Biasanya
kebanyakan pemilik toko pada bisnis retail kecil ini dimiliki oleh secara individu
(Individual Proprietorship)
2. Retail Besar
Pada saat ini industri Retail di
kuasai oleh organisasi besar, organisasi tersebut meliputi : Departemen Store –
Chain organization (organisasi berantai), Supermarket, Catalog Store,
Warehouse, Outlet dan Online Store (Toko Online )
Departemen Store merupakan salah
satu dari retailer besar dimana menawarkan berbagai macam jenis produk /
barang, tingkat harga dan kenyamanan dalam berbelanja.
Produk yang ditawarkan bisa meliputi
:
Ø Perlengkapan pria ( Mens World ) dan Wanita ( Ladies World )
Ø Perlengkapan Remaja ( Youth World )
Ø Perlengkapan anak anak & permainan (Children & Toys
World)
Ø Perlengkapan Sepatu dan Accesories ( Shoes World )
Ø Perlengkapan Olahraga & Alat Musik (Sport Center)
Ø Perlengkapan perangkat keras /Rumah tangga (Hardware)
Ø Perlengkapan Kosmetik
Bisnis Retail secara umum adalah
kegiatan usaha menjual aneka barang atau jasa untuk konsumsi langsung atau
tidak langsung. Dalam matarantai perdagangan bisnis retail merupakan bagian
terakhir dari proses distribusi suatu barang atau jasa dan bersentuhan langsung
dengan konsumen. Secara umum peritel tidak membuat barang dan tidak menjual ke
pengecer lain.
Akan tetapi dalam praktik bisnis
retail modern saat ini tidak tertutup kemungkinan, banyak pengecer kecil
membeli barang di gerai peritel besar, mengingat perbedaan harga yang muncul
pada waktu-waktu promosi tertentu yang dilakukan oleh peritel besar.Bisnis
Retail di Indonesia secara umum dapat diklasifikasikan menjadi dua yaitu, ritel
modern dan retail tradisional. Retail modern sebenarnya merupakan pengembangan
dari retail tradisional, yang pada praktiknya mengaplikasikan konsep yang
modern, pemanfaatan teknologi, dan mengakomodasi perkembangan gaya hidup di
masyarakat (konsumen).
Jika kita menilik sejarah retail
modern di indonesia sebenarnya sudah di mulai dari tahun 1960-an. Pada saat itu
sudah muncul department Store yang pertama yaitu SARINAH. Dalam kurun waktu
lebih dari 15 tahun kemudian, bisnis retail di Indonesia bisa dikatakan
berkembang dalam level yang sangat rendah sekali. Hal ini bisa dikaitkan dengan
kebijakan ekonomi Soeharto di awal masa pemerintahan orde baru, yang lebih
banyak membangun investasi di bidang eksploitasi hasil alam (tambang &
kayu), dibandingkan sektor usaha retail barang dan jasa di masyarakat.
Awal tahun 1990-an merupakan titik
awal perkembangan bisnis retail di indonesia. Ditandai dengan mulai
beroperasinya salah satu perusahaan retail besar dari Jepang yaitu “SOGO”.
Selanjutnya dengan dikeluarkannya Keputusan Presiden No. 99/1998, yang
menghapuskan larangan investor dari luar untuk masuk ke dalam bisnis retail di
indonesia, perkembangannya menjadi semakin pesat.
Saat ini, muncul begitu banyak
format modern retail/market diantaranya adalah sbb:
a)
Hypermarket
b)
Department Store
c)
Superrmarket
d)
Specialty store/convinience store
e)
Minimarket
Modern market digambarkan secara
sederhana sebagai suatu tempat menjual barang-barang makanan atau non makanan,
barang jadi atau bahan olahan, kebutuhan harian atau lainnya yang menggunakan
format self service dan menjalankan sistem swalayan yaitu konsumen membayar di
kasir yang telah disediakan. Sehingga saat ini banyak orang cukup familiar
dengan istilah “Pasar Swalayan”
Berdasarkan definisi yang tertuang
dalam Keputusan Presiden RI No. 112/Th. 2007, dikatakan bahwa Format Pasar
Swalayan dikategorikan sbb:
1.
Minimarket :
– Produk dijual : kebutuhan
rumahtangga, makanan dan termasuk kebutuhan harian.
– Jumlah produk : < 5000 item
– Luas gerai : maks. 400m2
– Area Parkir : terbatas
– Potensi penjualan : maks. 200 juta
2.
Supermarket:
– Produk dijual : kebutuhan
rumahtangga, makanan dan termasuk kebutuhan harian.
– Jumlah produk : 5000-25000 item
– Luas gerai : 400-5000m2
– Area Parkir : sedang (memadai)
– Potensi penjualan : 200 juta- 10
milliar
3.Hypermarket:
– Produk dijual : kebutuhan
rumahtangga, makanan dan termasuk kebutuhan harian, textile, fashion, furniture,
dll.
– Jumlah produk : >25000 item
– Luas gerai : > 5000 m2
– Area Parkir : sangat besar
– Potensi penjualan : > 10
milliar
Dalam 6 tahun terakhir, perkembangan
ketiga format modern market di atas sangatlah tinggi. Konsepnya yang modern,
adanya sentuhan teknologi dan mampu memenuhi perkembangan gaya hidup konsumen
telah memberikan nilai lebih dibandingkan dengan market tradisional.
Selain itu atmosfer belanja yang
lebih bersih dan nyaman, semakin menarik konsumen dan dapat menciptakan budaya
baru dalam berbelanja.
Menurut data yang dikeluarkan oleh
Media Data-APRINDO dalam rentang waktu 2004 s.d 2008 format minimarket memiliki
rata-rata pertumbuhan turnover paling tinggi yaitu sebesar 38% per tahun,
disusul kemudian oleh Hypermarket sebesar 21,5% dan supermarket yang hanya 6%
per tahun. Tingginya pertumbuhan di format minimarket, ditandai dengan semakin
ketatnya persaingan dalam ekspansi atau penambahan jumlah gerai dari dua pemain
besar di dalamnya yaitu Indomart dan Alfamart.
Sedangkan dalam nilai turnover yang
dapat dihasilkan, format hypermarket merupakan yang terbesar, seperti yang
dicapai pada tahun 2008 yaitu sebesar: 41%. Sementara itu minimarket dengan
32%, dan terakhir supermarket dengan 26%. Dominasi market share oleh
Hypermarket ini dimulai dari tahun 2005, yang mana sebelumnya dikuasai oleh
Supermarket. Penurunan di Supermarket dinilai sebagai akibat dari semakin
banyaknya penambahan gerai minimarket yang dapat memotong akses konsumen ke
supermarket. Ditambah pula oleh semakin agresifnya Hypermarket dalam berbagai
promosi yang kuat dan menarik. Serta kelengkapan produknya telah memberikan
tempat tersendiri dimata konsumen.
5 PLATFORM BISNIS
ONLINE YANG SUDAH BERKEMBANG
1.
BukaLapak
Didirikan
pada awal 2010 sebagai salah satu produk portofolio agensi digital bernama
Suitmedia, Bukalapak bertumbuh sebagai salah satu produk online terbesar karya
anak bangsa di Indonesia. Achmad Zaky selaku CEO mengatakan bahwa saat ini
terapat sekitar 150.000 penjual dan 1,5 juta produk aktif di Bukalapak
memproses transaksi senilai Rp. 500 juta setiap harinya. Di website ini, para
pengguna dapat melakukan aktivitas jual beli dengan harga pas maupun harga yang
siap untuk dinegosiasikan. Bukalapak memiliki fitur dompet virtual bernama
Bukadompet sebagai salah satu metode pembayaran.
2.
Tokopedia
Berdiri pada awal 2009, Tokopedia
dinilai sebagai pemimpin pasar dalam ranah market place online di Indonesia.
Paling tidak, Tokopedia memiliki jumlah modal yang sangat besar berkat USD 100
juta (RP. 1,2 triliun) yang disuntikkan beberapa bulan lalu oleh Softbank
Internet and Media Inc. dan Sequoia Capital. William Tanuwijaya selaku CEO
mengatakan bahwa saat ini mereka memiliki “ratusan ribu” penjual yang bertumbuh
jumlahnya sebesar 30 persen setiap bulan. Saat ini Tokopedia memiliki 3,3 juta
produk aktif, dimana sekitar 2 juta produk terjual di platform setiap bulannya.
3. Elevenia
Elevenia
merupakan salah satu pemain termuda di daftar ini, namun mereka sangat agresif
dan telah mencatat pertumbuhan yang sangat besar di tahun pertama operasinya.
Diluncurkan ada bulan maret 2014, perusahaan hasil joint venture antara XL
Axiata dan SK Planet asal Korea Selatan ini memiliki 2 juta produk aktif dan
melayani 8.000 order setiap harinya. Uniknya, perusahaan ini menyediakan seller
zone di Jakarta, berisikan studio foto dan ruang pelatihan untuk membantu para
penjual online yang masih baru. Semua hal itu dapat digunakan secara gratis.
Elevenia mengambil komisi dari setiap penjualan di dalam platform.
4.
Qoo10
Indonesia
Berasal
dari Singapura, Qoo10 merupakan perusahaan joint venture antara eBay dengan
GMarket asal Korea Selatan. Qoo10 Indonesia sendiri mulai beroperasi sejak
tahun 2012, dan mengklaim memproses transaksi senilai lebih dari USD 2,5 juta
(Rp. 32 milliar) setiap bulannya. Selain di Indonesia, Qoo10 juga beroperasi di
Singapura, Jepang, Malaysia, China, dan Hongkong. Qoo10 Indonesia menarik
komisi dari setiap penjualan yang terjadi di dalam platform.
5.
Rakuten
Belanja Online
Diluncurkan
pada tahun 2011, Rakuten Belanja Online (RBO) awalnya merupakan perusahaan
hasil joint venture antara konglomerat media MNC dan raksasa e-commerce Jepang
Rakuten. Namun pada tahun 2013 kerjasama itu secara resmi berakhir, dan
sekarang RBO beroperasi sendiri di Indonesia. Tidak banyak informasi seputar
perkembangan RBO. Pada tahun 2013, RBO memiliki target menjual 1 juta produk di
dalam websitenya. Dan walaupun menganut model bisnis B2B2C
(business-to-business-to-consumer), mulai September 2014 RBO membuka pintu bagi
penjual mikro dan individual untuk ikut berjualan di dalam platformnya.
Komentar
Posting Komentar